Pasti sangat menyebalkan apalagi saat kita di kejar deadline, Oh My GOD!
padahal udah usaha datang lebih cepat, tapi tetap aja ada kendalanya, mulai dari waktu keluar rumah bensin habis, terus dorong kendaraan ke POM bensin taunya ngantri panjang, setelah bensin terisi penuh, lalu kedaraan yang di kemudikan terasa tidak stabil, dilihat ternyata ada ban yang bocor, tapi sedikit keberuntungan terjadi karena kejadian ban bocor tidak jauh dari Bengkel.
Sambil melihat jam di tangan, hati mulai gelisah, keringat mulai menetes perlahan membasahi pipi,memikirkan pertemuan penting hari ini, akhirnya ban sudah di tambal dengan menghabiskan beberapa waktu dan perjalananpun bisa berlanjut.
Hampir setengah perjalanan sudah di lewati karena jalanan masih lancar, hingga tiba di perempatan lampu merah, mulai memadati antrian panjang.
Lampu hijau dan merah sudah sering berganti tetapi mobil hanya jalan sedikit demi sedikit, bahkan kucing yang berjalan santai di pinggir jalan pun masih lebih cepat, mendahului mobil"
Saat itupun terlihat dari kejauhan sosok tubuh agak tinggi kurus dan berambut panjang berjalan anggun dengan menggunakan gaun merah serta memakai High Heels , dan sosok wanita cantik itu mendekat....
OHH GodDDD!!! pikiran mulai kesal,emosi, dan panik bercampur menjadi satu,
kenapa??? Kenapa??? Itu Bancii!!!! Banci!!!!! Why????
Mobil pun akhirnya bisa berjalan lancar setelah ternyata ada truk yang mogok dan harus di derek. Setelah melewati truk dan banci itu sambil memaki dalam hati, perjalanan dilanjutkan kembali. waktu sudah sangat menipis untuk pertemuan penting hari ini.
Terlepas dari macetnya jalanan dan padat nya kendaraan belum menjadi akhir perjalanan karena didepan masih ada jalan yang berlubang menanti, dan gas mobil pun melaju dengan lambat saat melewati jalanan berlubang, waktu sudah telat satu jam dari jadwal pertemuan.
Hati mulai Was Was sepanjang perjalanan memikirkan betapa pentingnya pertemuan itu, dan akhirnya sampai di tempat tujuan dan berjalan agak terburu" menuju ruangan, tetapi ternyata ruangan itu kosong, tidak ada satu orang pun. dengan sangat bingung sambil melihat HP mendapati pesan yang bertuliskan:
"Pertemuan Penting" di mundur menjadi minggu depan.
Entah bagaimana rasanya menjadi pria tersebut..yang pasti 1 kata "NYESEK" istilah jaman sekarang haha. ok ok udah cukup kan senyum" sendirinya?
Nah berikut ini:
Faktor Faktor Penyebab Kemacetan Lalu Lintas
1. Faktor Jalan raya (ruang lalu lintas jalan)
Faktor jalan raya adalah faktor-faktor yang berasal dari
kondisi jalan raya itu sendiri. Buruknya kondisi ruang lalu lintas jalan serta
sempit /terbatasnya ruang/lahan jalan akan menghambat pergerakan pengguna
jalan.
Penyebab buruknya kondisi ruang jalan raya antara lain:
adanya kerusakan sebagian atau seluruh ruas jalan, pemanfaatan ruang jalan
untuk urusan yang bukan semestinya atau pemanfaatan yang keliru,
misal: jalan digunakan untuk praktek pasar.
misal: jalan digunakan untuk praktek pasar.
Terbatasnya lahan jalan dapat diartikan daya
tampung (kapasitas) yang rendah dari ruang lalu lintas jalan, disebabkan jumlah
kendaraan yang melintas/beredar melebihi daya tampung ruang jalan dan
pemanfaatan yang keliru dari ruang lalu lintas jalan.
2. Faktor Kendaraan
Faktor kendaraan adalah faktor-faktor yang berasal dari
kondisi kendaraan yang melintasi di jalan raya. Berbagai hal yang menyangkut
kondisi kendaraan bisa berupa: jenis, ukuran, kuantitas (jumlah) dan kualitas
kendaraan yang melintas di jalan raya.
Misal: jumlah kendaraan yang
beroperasi/melintas melebihi daya tampung jalan raya, beroperasinya jenis dan
ukuran kendaraan tertentu yang berpotensi memacetkan arus lalu lintas.
Menurut hasil jajak pendapat pada infodokterku.com yang
dilakukan sejak bulan September 2010 dengan pertanyaan “Menurut pendapat Anda,
jenis kendaraan apa yang punya kontribusi paling besar dalam menimbulkan
kemacetan di jalan-jalan Ibukota (Jakarta)?”
Hasilnya per tanggal 28 Februari
2011,
berturut-turut:
berturut-turut:
57,3% responden menjawab mobil,
26,7% menjawab angkutan
umum dan
16% menjawab sepeda motor punya kontribusi besar dalam
menimbulkan kemacetan lalu lintas di Jakarta.
Berdasarkan hasil jajak pendapat tersebut di atas, dapat
disimpulkan bahwa bagian terbesar responden berpendapat mobil pribadi merupakan
kontributor terbesar yang menimbulkan kemacetan lalu lintas di Jakarta, diikuti
angkutan umum sebagai kontributor terbesar kedua.
Dapat dimengerti karena mobil
(mobil pribadi) memiliki ukuran badan (body size) besar, populasi besar, dan
peningkatan populasi yang sangat pesat, sehingga sangat banyak menyita ruang
jalan raya. Banyaknya mobil (mobil pribadi) yang beroperasi di jalan raya pada
suatu saat tertentu secara bersamaan akan sangat menyita lahan (ruang)
jalan yang memang sudah sangat terbatas.
Selain itu, pemakaian mobil pribadi di Jakarta sangat tidak
efisien.
Yang dimaksud tidak efisien adalah jumlah penumpang (termasuk
pengemudi) hanya 1 atau 2 orangdi dalam satu mobil. Contoh, saya sering
mengamati betapa banyak (walaupun tidak dihitung) mobil yang berpenghuni hanya 1
orang yaitu sopir saja tanpa penumpang.
Dan sering juga para
‘Eksekutif muda” sedang mengendarai mobil seorang diri ditengah kemacetan
lalulintas di Jakarta dan mobilnya berbadan lebar pula.
Sangat mudah untuk membuktikan bahwa pemakaian mobil pribadi
di Jakarta sangat tidak efisien (inefisiensi). Penerapan Three in one di
Jakarta dapat dijadikan alat ukur yang cukup valid untuk membuktikan betapa
penggunaan mobil pribadi di Jakarta sangat tidak efisien.
Lihat sajapada
saatberlaku 3 in 1 di Jalan Gatot Subrotomulai pukul 5 sore setiap hari kerja,
maka banyak mobil pribadi menghindari jalan non tol yang terkena aturan 3 in 1
sehingga jalan non tol menjadi ’sepi’ dari mobil pribadi, sebaliknya jalan tol
menjadi sangat padat sampai macet.
Pengemudi mobil pribadi lebih
memilih menggunakan jalan tol walaupun harus membayar dan masuk melalui antrean
panjang untuk kemudian mengalami kemacetan di jalur tol dalam kota. Sebelumnya,
pada pukul 4 sore jalan Gatot Subroto non tol sangat padat dengan mobil pribadi
seolah-olah mereka berebut memasuki jalan ini sebelum waktu menunjukkan pukul 5
sore (saat 3 in 1 mulai berlaku).
3. Faktor manusia (pemakai jalan)
Faktor manusia adalah faktor-faktor yang berasal dari manusia
selaku pemakai jalan. Berbagai hal menyangkut manusia antara lain: sikap,
perilaku dan kebiasaan (behavior and habit) yang kurang tepat ketika
menggunakan jalan raya menyebabkan kemacetan lalu lintas dan membahayakan pihak
lain,
Misal: sikap dan perilaku mementingkan diri sendiri, tidak mau mengalah,
congkak, arogan, menganggap bahwa melanggar aturan berlalu lintas adalah hal
biasa serta tidak mengetahui atau tidak mau peduli bahwa gerakan (manuver) nya
mengganggu bahkan membahayakan keselamatan pengguna jalan lain, yang berprinsip
bahwa kecerobohannya bukan merupakan tanggung jawabnya melainkan menjadi
tanggung jawab pihak lain.
4. Faktor Lain
Banyak faktor lain selain ketiga faktor (komponen) di atas
yang dapat menyebabkan kemacetan lalu lintas,
misalnya: penerapan yang keliru
terhadap kebijakan dan undang-undang lalu lintas angkutan jalan, keberadaan
mall (pintu mall) di tepi jalan raya sehingga keluar masuk kendaraan, orang dan
angkutan umum yang ngetem akan mengganggu kelancaran lalulintas,kurangnya jumlah
petugas pengatur lalu lintas, demonstrasi, kerusuhan, dan cuaca (hujan deras
dan banjir).
"Saat kita berkendara ingatlah ada keluarga yang menanti kita di rumah"
(christian/berbagi sumber)


0 comments:
Post a Comment